Siapakah Tamu saat Hujan malam ini?
Siapakah Tamu saat hujan malam ini?
Siapakah Tamu saat Hujan malam ini?
Seperti malam kemarin. hujan masih ada. Datang dengan suara keras di seng karat yang seakan mengalahkan sunyi di kepala dan bersaing menduduki ruang tengah untuk ricuh bersama tamu dan berebut meminum air mata yang sa tumpahkan untuk menjamu mereka di dinginya malam.
malam menjadi haus kokok ayam pagi
Suara hujan terus berambisi berlomba dengan sunyi dan tamu semakin bergairah memainkan peran menelusuri sibuk di pikiran saya. Dalam diam, Bibirnya mengecup ranum di mata, Lalu memulung kepingan nasib dan rindu yang berjatuhan di lantai, setelah usai meneguk air mata itu.
Baca juga: SEMOGA TETAP KERING DAN TIDAK HAUS KEHORMATAN, DAUN.
Ia meratapi, membaringkan di tempat yang layak dan menguburkan di dalam jiwa tanpa peti dan perlengkapan lain
Tetapi api-api lilin pertanyaan selalu menyala di kepala tamu itu sembari memperebutkan jawaban membela diri tuk berdiam dalam gelap, melangkah bersama mencari titik terang atau beranjak ke titik terang sendirian?
malam sudah larut, Tamu- Tamu itu tertidur pulas, melemas di pangkuan malam sambil menunggu pagi yang tak lekas sampai di ujung kokok ayam.
Namun Suara rintik di atap tak henti kedap kedip, Begitu ribut mempertanyakan situasi saat tamu membereskan antah berantah jiwa dengan api lilin yang selalu menyala.
Hujan tidak berhenti menangis, Tamu yang tertidur dan sepi terus meminum air mata walau demam dan panas tinggi akan ditanggung sendiri.
Terimakasih tamu. Engkau seperti ibu yang merawat suka dan dukaku. Lain kali tak usahlah mengetuk, Terobos masuk saja, kursi bisu siap diduki tanpa aba-abaku. Dan lihatlah pajangan yang sudah tumbuh mekar bersama lebar senyummu. Semoga.
Marno lako
Boawae, Aemali 2020
Menikmati hujan yang tak lekas henti.



Komentar
I like this.