Ada apa dengan ombak di mataku. Tulisan ini saya temukan di kepala gelap, Tergeletak mencari kata di setiap gulungn ombak yang berpencar menuju jalan keluar di ujung pasir dan batu di pesisir pantai yang masih tersisip rasa asin.

 Ada apa dengan ombak di Mataku?


Ombak berlarian kesana kemari,
Langit menatap tanpa berkedip,
Bintang meliburkan diri usai air mata langit meringis merintihkan beberapa perih.

Di ujung laut
Petang telah pulang
Langit sudah gelap
Mercusuar berterbangan dalam mata,
Ombak masih asik sendiri melompat ke daratan mencari tau segala isi kepala
Sedangkan
Kepala sudah kosong, semua di luar
mencari setiap kata yang tergulung bersama air di kedalaman pikir yang tak begitu realistis.

Tak henti-hentinya
Ombak masih berpeluk diri, frustasi berlarian mengejar candu yang masih bercanda di dunia nyata.
Ada apa dengan ombak dalam mataku?
Apakah ia sedang menari dan mengejek aku yang asik sendiri tanpa memikirkan sedekah Tuhan yang tak pernah mati untuk Mata dan hati?
Demi beradaptasi dari patah yang tak seasin air ini?

Marno lako
Boawae, Bidiau 2020
Pantai ena bhara.

Komentar

Postingan Populer